Manajemen Risiko Perbankan (Syariah) Tingkat 2

Manajemen Risiko Perbankan (Syariah) Tingkat 2

Ratings (0)

Manajemen Risiko Perbankan (Syariah) Tingkat 2

Untuk mencapai syarat minimum dan standarisasi kompetensi serta keahlian bagi Pengurus dan Pejabat Bank Syariah diperlukan adanya Sertifikasi Manajemen Risiko perbankan yang sejalan dengan perkembangan terkini industri perbankan syariah dan diprioritaskan pada bidang tugas perbankan syariah yang bersifat core, sehingga dengan Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan Pengurus dan Pejabat Bank Syariah setidaknya memiliki risk awareness yang sangat diperlukan dalam kegiatan usaha Bank.

 

Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan terbagi menjadi 5 Tingkat yang disusun berdasarkan jenjang jabatan, fungsi dan aset perbankan. Salah satunya adalah Manajemen Risiko Perbankan Tingkat 2 ini yang memastikan pejabat bank syariah mampu melakukan pengukuran risiko perbankan syariah. Metode pengujian dilakukan melalui :

  1. Ujian Tertulis;
  2. Ujian Studi Kasus;
  3. Checklist Portofolio; dan
  4. Wawancara.

 

Sertifikat berlaku selama 4 tahun dan dapat diperpanjang kembali bila sebelumnya sudah mengikuti program pemeliharaan sertifikasi yang dilaksanakan oleh LSP Keuangan Syariah.

Peserta merupakan praktisi aktif perbankan syariah yang menjabat salah satu profesi di bawah ini :

  • Setiap  Direktur   dari   Bank   Syariah atau Direktur Bank Konvensional yang membawahi syariah yang memiliki aset dibawah Rp.1000.000.000.000,- (satu triliun rupiah) yang membawahi  Supporting Risk Taking Unit
  • Setiap Pejabat Bank dari Bank Syariah/Unit Usaha Syariah yang memiliki aset 1.000.000.000.000,- (satu triliun rupiah) sampai dengan Rp.10.000.000.000.000,- (sepuluh triliun rupiah), sampai dengan jenjang jabatan dan struktur organisasi 1 (satu) tingkat di bawah Direksi pada Core Risk Taking Unit, Satuan Kerja Manajemen Risiko, Satuan Kerja Audit Intern, dan Satuan Kerja Kepatuhan;
  • Setiap Pejabat Bank dari Bank Syariah/Unit Usaha Syariah yang memiliki aset 1.000.000.000.000,- (satu triliun rupiah) sampai dengan Rp.10.000.000.000.000,- (sepuluh triliun rupiah), sampai dengan jenjang jabatan dan struktur organisasi 2 (dua) tingkat di bawah Direksi pada Core Risk Taking Unit, Satuan Kerja Manajemen Risiko, Satuan Kerja Audit Intern, dan Satuan Kerja Kepatuhan;
  • Setiap Pejabat  Bank  dari  Bank Syariah/Unit Usaha Syariah yang  memiliki  aset  di  atas  10.000.000.000.000,- (sepuluh triliun rupiah), sampai dengan jenjang jabatan dan struktur organisasi 3 (tiga) tingkat di bawah Direksi pada Core Risk Taking Unit, Satuan Kerja Manajemen Risiko, Satuan Kerja Audit Intern, dan Satuan Kerja Kepatuhan.

Peserta juga sudah memiliki dokumen kompetensi sebagai berikut :

  • Telah memiliki sertifikat kompetensi Manajemen Risiko Perbankan Tingkat 1 yang diterbitkan LSP terlisensi BNSP.
  • Telah memiliki sertifikat pelatihan Manajemen Risiko Perbankan Tingkat 2 dengan materi pelatihan sesuai dengan unit kompetensi dalam skema ini.

Pemohon mengisi Formulir Permohonan Sertifikasi  (APL 01) yang dilengkapi dengan bukti :

  1. Foto Kopi KTP;
  2. Surat keterangan kerja dan Curriculum Vitae / profile pemohon yang dikeluarkan oleh unit kerja atau dibuat sendiri disertai bukti pendukung CV;
  3. Foto Kopi Sertifikat kompetensi Manajemen Risiko Perbankan Tingkat 1;
  4. Foto Kopi Sertifikat Pelatihan Manajemen Risiko Perbankan Tingkat 2 dengan materi pelatihan sesuai dengan unit kompetensi dalam skema ini.

Unit Kompetensi Yang Diuji

1.    Memahami dan mengenal metode dan alat pengukuran
2.    Menyusun pedoman untuk melakukan pengukuran risiko kredit
3.    Menyusun sistem pengukuran risiko kredit
4.    Menggunakan instrumen dan parameter dalam pengukuran risiko kredit

1.    Memahami dan mengenal metode dan alat pengukuran
2.    Menyusun pedoman untuk melakukan pengukuran risiko pasar
3.    Menyusun model / instrumen pengukuran risiko pasar
4.    Menggunakan instrumen dan parameter dalam pengukuran risiko pasar

  1. Memahami dan mengenal metode dan alat pengukuran
  2. Menyusun pedoman untuk melakukan pengukuran risiko operasional
  3. Menyusun sistem pengukuran risiko operasional
  4. Menggunakan instrumen dan parameter dalam pengukuran risiko operasional

1.    Memahami dan mengenal metode dan alat pengukuran
2.    Menyusun pedoman untuk melakukan pengukuran risiko likuiditas
3.    Menyusun sistem pengukuran risiko likuiditas
4.    Menggunakan instrumen dan parameter dalam pengukuran risiko likuiditas

1.    Memahami dan mengenal metode dan alat pengukuran
2.    Menyusun pedoman untuk melakukan pengukuran risiko Strategik
3.    Menyusun sistem pengukuran risiko Strategik
4.    Menggunakan instrumen dan parameter dalam pengukuran risiko Strategik

1.    Memahami dan mengenal metode dan alat pengukuran
2.    Menyusun pedoman untuk melakukan pengukuran risiko reputasi
3.    Menyusun sistem pengukuran risiko reputasi
4.    Menggunakan instrumen dan parameter dalam pengukuran risiko reputasi

1.    Memahami dan mengenal metode dan alat pengukuran
2.    Menyusun pedoman untuk melakukan pengukuran risiko hukum
3.    Menyusun sistem pengukuran risiko hukum
4.    Menggunakan instrumen dan parameter dalam pengukuran risiko hukum

1.    Memahami dan mengenal metode dan alat pengukuran
2.    Menyusun pedoman untuk melakukan pengukuran risiko kepatuhan
3.    Menyusun sistem pengukuran risiko kepatuhan
4.    Menggunakan instrumen dan parameter dalam pengukuran risiko kepatuhan

Course Durations: 2J 30min

Course Reviews


Contact Us

LSP Keuangan Syariah
Kantor Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah Ruang #103
Jl Tebet Dalam IV E No. 70, Tebet Barat, Jakarta Selatan

Phone : +62 021 8299 754
Fax: +62 021 8299 753
Email: info@lspkeuangansyariah.com
Webiste: www.lspkeuangansyariah.com

Tentang Kami

LSP Keuangan Syariah adalah Lembaga Sertifikasi Profesi yang didirikan oleh 6 Asosiasi Ekonomi Syariah (MES, ASBISINDO, AASI, ASIPPINDO, ABSINDO dan FoZ) yang didukung oleh OJK, Kemenkopkukm, BAZNAS, dan Kemenag. Telah mendapatkan izin lisensi dari BNSP sejak 18 Mei 2016